Waktu Adalah Amal

dayung

 

Time Is Money, begitulah orang kota berbicara…..detik demi detik sangatlah berharga…

Namu bagiku waktu adalah amal, waktu adalah perbuatan demi kebahagiaan dan membahagiakan….

Ada banyak kegiatan yang dapat kita lakukan untuk menyertai kepergian waktu kita yang sangat sempit didunia ini. Apapun yang kita lakukan entah bermanfaat atau menghabiskan, entah baik atau dzalim, waktu akan mencacatnya dalam setiap detik, dan percayalah waktu tak bisa diputar kembali.

Mengisi waktu di saat SMA,  DKM Al-Ikhlas adalah rumah kedua. Sesuai komitmen teman-teman semasa SMP, kegiatan di organisasi kerohanian sebagai sebuah keharusan. Lingkungan DKM membawa banyak pelajaran. Ditempat inilah masanya aku belajar berorganisasi, berkelompok, leadership dan sebagainya. DKM di SMA 2 Bandung memiliki peran yang cukup sentral di sekolah, Dukungan dari guru  untuk setiap kegiatan kami, membuat beragam kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

Ada satu pengalaman menarik saat aku bertugas sebagai panitia Idul Qurban di sekolah. Saat itu panitia diminta untuk mengumpulkan dana ke setiap kelas, termasuk kelas tiga. Status yang masih kelas satu dan harus berkeliling di kelas tiga tentu saja membuat lutut cukup bergetar hebat, maklumlah suasana senioritas sangat kental disekolah, hal ini semakin ditunjang dengan lokasi kelas yang betul-betul terpisah antara kelas satu dua dan tiga. Lingkungan kelas tiga laksana tempat kramat yang sangat tabu untuk dipijak bagi anak kelas satu.

Namun tugas adalah tugas semua harus dikerjakan. Dengan muka pucat satu persatu kelas kudatangi. Beruntung para senior DKM di kelas tiga sangat membantu, support mereka sedikit melegakan dan menambah kepercayaan diri kami, sampai pada satu kelas…..saat itu seorang ibu tengah mengajar, pelan pelan kelas  diketok, aku tahu kalau si Ibu mendengarku dengan baik namun tak ada jawaban darinya, oke kuulang sekali lagi dan hasil yang sama yang kudapat, baiklah ketokan ketiga kubunyikan dan kali ini si ibu datang dengan dampratan keras….Kamu ngak liat saya sedang ngajar..!!!!!! sontak jantung copot sampe ke lulut……

whahaha kalau diingat sekarang rasanya lucu sekali saat itu.  Baru tahu kalau si Ibu memang tipe yang ga mau diganggu saat sedang ngajar, apapun alasannya..baiklah satu pelajaran, Perlakukan orang lain seperti apa dia ingin diperlakukan, karena kenyamanan setiap orang adalah sesuai dengan kenyamanan versi dirinya sendiri.

Aktivitasku di DKM kemudian membawaku menjalani aktivitas ditempat kedua, Keluarga Remaja Islam Masjid Salman ITB menghimpun para aktivis DKM sebandung raya untuk mengikuti pelatihan kepemimpinan dasar. Inilah awal mula status adik binaan Karisma menjadi bagian dari hidupku.  Kakak-kakak pembina sangat ramah dan peduli pada adik adiknya, apapun hobi kami mereka fasilitasi dan bahkan bukan cuma itu mereka arahkan agar punya satu nilai yang bemanfaat. Aku dan rekan rekan kemudian mengembangkan tim kabaret yang memang ada sejak di SMA, Project 173 namanya, tim ini dibentuk atas dasar keprihatinan kami juga, saat itu kabaret remaja selalu didominasi dengan peran kebanci-bancian dan cinta-cintaan yang biasanya diakhiri dengan sebuah adegan audisi konyol. Kami muncul dengan kabaret yang mengusung tema keremajaan dan membawa nilai nilai untuk disampaikan, bahasa gaulnya Dakwah dengan seni…..

adik karisma

Pengembangan bakat menjadi metode yang ditawarkan oleh kakak pembina Karisma untuk menarik minat remaja kota Bandung. Dalam materi pengembangan bakat tentu saja muatan muatan islami menjadi makanan yang tidak bisa ditinggalkan. Satu cara yang sangat cerdas menurutku. beragam aktivitas kucicipi satu persatu, mulai dari teater, schience, leadership, sampai terakhir kesempatan siaran di radio KLCBS.

Kegiatan ekstrakulikuler semasa SMA masih kulengkapi dengan klub konservasi lingkungan bersama Konservasi Alam Nusantara, atau lebih dikenal dengan KONUS. Ini lah organisasi non keagamaan pertama yang kuikuti. Kegiatan di mulai dengan kemping lingkungan atau kemling. Kegiatan ini mengajak remaja, perwakilan beberpa SMA di kota bandung untuk terjun langsung ke hutan lindung dan mempelajari keanekaragaman flora dan fauna disana, langsung dipandu oleh polisi hutan dan praktisi lingkungan lainnya. Saat itu lokasi yang dipilih adalah hutan lindung di Pangandaran, jangan salah bukan kawasan wisatanya, tapi kami berkesampatan menerobos sampai ke hutan lindungnya, tentu saja dengan panduan dan beragam persyaratan yang harus kami ikuti. Dikesempatan inilah kami belajar bagaimana keajaiban alam dengan langsung menyentuhnya, bagaimana menikmati kekayaan alam tanpa harus merusaknya. Kami diajari bagaimana cara menikmati satwa burung tanpa harus menagkap dan memenjarakannya didalam kandang, kami diajari “bird watching” satu kegiatan menikamati satwa dengan menggunakan bantuan teropong, baik monokuler maupun binokuler. Kami diajari bagaimana mengenal vegetasi, apa saja yang bisa dimakan apa yang tidak, mana yang menjadi obat mana yang justru menjadi racun, …..selain itu kami diajarkan metode navigasi menggunakan kompas, materi yang sejatinya adalah bahan ajar mahasiswa kehutanan. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan.

Selepas SMA, akupun melanjutkan petualanganku di Kampus STT Telkom Bandung. Namun ikatanku sebagai adik Karisma kemudian membuatku memilih aktivitas di Masjid Salman ITB, dua lokasi yang cukup berjauhan satu diutara dan satu lagi di selatan Bandung. Sebagai mahasiswa, keanggotaanku di Karisma dimulai dari Pendidikan Calon Pembina. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan para mahasiswa sebagai seorang Pembina Remaja. Satu posisi yang dulu membinaku, and now i am here…..

karisma

Pendekatan pengembangan minat dan bakat masih menajdi daya tarik utama yang diusung di organisasi ini. Dengan sedikit pengalaman sejak SMA kemudian akupun membatu tim Kreatif, tim yang memiliki tanggung jawab langsung pada pengembangan minat dan bakat remaja. Diakhir periode kepengurusan angkatan, aku kemudian diamanahi tanggung jawab pada Divisi Kreativ, bentuk transformasi dari tim yang kemudian diperbesar peran dan tanggung jawabnya. Divisi kreatif melakukan segala upaya untuk mengembangkan bakat para siswa SMP dan SMA dalam berbagai macam bidang mulai dari seni musik, seni peran, jurnalistik, pencinta alam dan kelompok ilmiah. Tentu saja semua kegiatan ini disisipkan materi kerohanian. Puncak dari semua kegiatan diperiode ku adalah kumpul blogger sebandung raya. acara bertajuk mengembangkan kreativitas remaja melalui blog ini diisi dengan talkshow interaktif dari para pakar dan hiburan teater dari adik-adik Karisma.

Kumpul Bloger

Satu yang menarik dari Karisma, konsep keluarga sangat dipegang erat di tempat ini. Sebagai bagian dari keluarga kami sangat akrab satu sama lain, bahkan bukan hanya di level rekan-rekan seperjuangan, namun sampai ke keluarga mereka, sampai ke ayah, ibu dan adik adiknya bahkan beberpa ada yang saya kenal sampai ke pak de, bu de, dan keluarga besarnya.

Gerombolan Sibenar, rasanya tak cukup kalimat untuk menggambarkannya. Keakraban ini kami mulai dari panitia TO SPMB. keterbatasan jumlah panitia membuat lima orang saling mengenal satu sama lain tak ubahnya adik dan kakak. Gerombolan Sibenar begitu kami menyebut diri kami. Si Benar, bukan berarti orang orang benar, tentu kami sadar kami banyak kekurangan, sampai kami berani menggunakan kata benar. Benar dalam kamus bahasa yang kami buat sendiri adalah tindakan tindakan out of the box yang mungkin konyol mungkin gila mungkin aneh tapi bertujuan baik. Ya kami adalah segerombolan orang yang sering berbuat aneh….bahkan kami membuat bahasa kami sendiri…..Sibenar, sahabat sejati, kami ada saat suka dan saat duka, kami saling peduli dan kami saling melindungi, Kami adalah saat batas teman dan keluarga sudah nampak tak lagi nyata.

wisuda

Kegiatan di masjid Salman kemudian ku lengkapi dengan ikut serta di Korps Relawan Salman dengan mengikuti diklatsar relawan angkatan pertama. Bencana yang bertubi tubi melanda indonesia kala itu, mengetuk perhatian para pengurus Salamn dan berinisiatif membentuk sebuah wadah relawan yang kemudian hari bertugas terjun langsung di lokasi bencana.

relawan

Bagi sebagian orang, rasanya aneh bagi saya yang berbadan tambun mau ikut kegiatan semacam ini. Namun dengan kegiatan ini selain karena panggilan hati untuk terus berbagi seperti yang diajarkan keluarga, sayapun bisa membuktikan kalau tambun bukan berarti seseorang hanya bisa malas malasan dan hanya bisa berdiam diri saja. Pendidikan luar biasa, disini kami diajari materi vertical rescue, tali temali, navigasi, dan bergam kegiatan lainnya termasuk hypnoterapi. Setelah lulus dari pendidikan , kami angkatan pertama kemudian mewujudkan organisasi baru KORSA, korps relawan salman, dan Korsa sendiri bermakna kekompkan dalam kekeluargaan. Pengalaman tak terlupakan adalah saat saya terjun langsung ke pangalengan, satu temata yang hancur terkena bencana gempa bumi yang berpusat di tasikmalaya.

 

Makan

Sibenar bukan satu satunya keluarga, De Bromo….adalah keluarga ku berikutnya. Gerombolan yang satu ini mengawali petualannya ke gunung bromo jawa timur, tadinya sih mau ke Semeru, biasa lah habis baca buku 5 Cm jiwa pendaki tiba tiba saja muncul…..tapi semeru nampaknya berat, ya bromo lah tetangganya…hahahaha.  Perahabatan bisa terbentuk karena perjalanan jauh dan keterikatan finansial. dalam perjalanan ini kami jalani semuanya. Entah berapa kilometer jalan yang kami hiasi dnegan tawa dan canda kami, dan entah berapa rupiah yang tertukar satu dan lainnya ,semuanya kemudian kami ikhlaskan karena memang susah menghitungnya, hahaha. Awalnya De Bromo juga berisikan lima orang, namun kemudian sepanjang petualangan kami berikutnya bergabunglah seorang kawan lagi untuk saling melengkapi….Kami Adalah keluarga dan tiada keinginan untuk mengubahnya.

bromo

Sebagai Mahasiswa IT Telkom, laboratoriun mikroprosessor dan antar muka turut mengisi sebagian cerita hidup ini. Dari namanya kelihatannya seram, jangankan orang awam, saya sebagai anak elektro saja bergidik mendengarnya, namun ternyata setelah masuk  semua indah….hahaha. Bergabung di lab ini kuawali disebuah research group. Kami saat itu kami dibimbing untuk mempelajari pemrograman mikrokontroller menggunkan bahasa C. keanggotaan di lab ini kemudian berkembang seiring perubahan status menjadi salah satu asisten praktikum mata kuliah Mikro prosessor dan mikrokontroller. Tapi rupanya lab ini tidak hanya menawarkan asupan bagi otak kiri, Sebagian besar mahasiswa IT Telkom adalah perantauan. Kondisi kami yang jauh dari keluarga membuat kami saling peduli satu sama lain. Sebuah keluarga baru hadir dalam hidupku. Sebagai seorang anak tunggal kebersaamaan diberbagai keluarga baru ini sangat mengisi hidupku.

upci

Diakhir masa studi, saat kami sedang sibuk sibuknya mengerjakan tugas akhir dan kegiatan organisasi telah berpindah ke rekan rekan yang lebih muda, ada satu hal unik yang terjadi. Rekan rekan di Lab ingin belajar membaca Al-Quran dengan baik dan benar, saat itu populer istilah belajar Tahsin, Kami satu lab memang bukan aktivis masjid namun kami tidak pernah berbuat macam macam, tak satupun dari kami yang merokok apalagi melakukan kegiatan nekat lainnya. Pendaftaran peserta tahsin kemudian kami ikuti di masjid kampus, namun kurangnya koordinasi memupus harapan kami untuk belajar tahsin  saat itu. Rekan-rekan Lab kemudian memintaku untuk mencari guru di tempat lain. Dilain pihak kawan kawan De’ Bromo juga sudah lama tidak ikut pengajian yang saat itu dikenal dengan istilah mentoring. Haus akan keteduhan ilmu kami kemudian bersepakat untuk mengadakan pengajian kami sendiri dengan mendatangkan guru. Melihat kesamaan dari dua keluarga ini kemudian aku berinisiatif untuk mengabungkannya dalam satu pengajian, maka lahirlah keluarga baru keluarga pengajian. Pengajian sendiri kami langsungkan berkeliling di rumah setaip anggota setiap dua minggu sekali secara bergiliran. Entah bagaimana ceritanya kemudian tuan rumah selalu menyediakan makan, bagi anak kosan makan ini seperti perbaikan gizi, tentu saja membuat kami semakin bersemangat….hahahah. Metode pengajian keliling rumah ini juga ternyata mendekatkan kami dengan keluarga satu sama lain. maka kelompok baru ini betul betul menjadi sebuah keluarga baru.

lab2

Kejadian menarik terjadi saat salah satu junior mencurigai kegiatan kami, saat itu dikampus memang sedang marak penyebaran aliran sesat. Diam-diam beliau kemudian meminta izin ikut dalam kegiatan kami, karena memang tidak ada apa-apa kami persilahkan dengan sangat terbuka, lucunya setelah sekali datang dia tidak mau datang lagi, dari sanalah kemudian kami sadar kalau beliau hanya curiga, dan alhamdulillah kami tidak sesat walau hanya kadang agak konyol…whahaha

Selepas kuliah dan merantau ke Jakarta, otomatis kegiatan ku di Bandung harus ditinggalkan. Namun tempat bukan halangan buatku untuk terus beramal. Hari ini Artajasa adalah jalan yang diberikan Allah untuk menjemput rezeki. Sebuah perusahaan yang mengelola jaringan ATM Bersama.

Jujur awalnya agak ragu masuk ke perusahaan ini, karena sejak awal mencari kerja memang ga mau masuk ke bank, lah ATM Bersama kan layanannya bank…tapi setelah bergabung ada satu alasan yang membuat hati ini menjadi mantap. kalau dulu bank selalu menwarkan beragam gimik berupa undian dan sebagainya dengan syarat nasabah meningkatkan saldonya tapi sekarang bank justru mendorong nasabah untuk meningkatkan transaksinya. Ya sebuah transformasi cara bank mendapatkan keuntungan kalau dulu dengan jumlah uang yang terkumpul kalau sekarang dari fee yang didapat akibat transaksi. Semoga perusahaan ini menjadi salah satu jalan bagi bank untuk setidaknya memiliki alternatif pilihan mendapatkan keuuntungan diluar bunga

Artajasa

Kantorku kebetulan punya kegiatan kerohanian. Salah satu kegiatan besarnya adalah Bazmala atau Bazar Amal Artajasa. Acara ini berisi sebuah kegiatan akbar di sebuah kampung mulai dari kegiatan outdor anak-anak, sembako murah, pemeriksaan kesehatan gratis, bazar barang bekas sampai pembangunan sanitasi dan sunatan masal. Berbekal pengalamanku di Karisma, acara outdor anak anak kemudian menjadi bagianku….kebersamaan dan keakraban sangat terasa dalam kegiatan ini.

liburan ceria

Satu hal yang kemudian saya cermati, kegiatan besar ini hanya dilakukan satu kali dan selesai disana. Sayapun kemudian berfikir untuk membuat kegiatan sendiri. dengan sedikit melakukan persuasi kepada beberapa rekan kerja akhirnya kami membuat kegiatan baru atas inisiatif kami sendiri,. Berbekal koneksi ke tokoh masyarakat kami meminta izin untuk melakukan kegiatan kecil namun lebih rutin, akhirnya dijalankanlah kegiatan penyuluhan kesehatan bagi ibu ibu di kampung muka, untuk kegiatan ini kami bekerja sama dengan para mahasiswa kedokteran Universitas Indonesia. kegiatannya sederhana mulai dari bagaiman cara menjaga kebersihan dengan menccuci tangan sampai pengenalan penyakit sehari hari sperti flu, diare dan sebagainya. Selesai di kesehatan kemudian aku mengundang rekan rekan alumni IT Telkom yang tegabung dalam semangat berbagi (Semanggi) untuk melakukan pelatihan komputer sederhan bagi para remaja. Subhanallah semua kegiatan diikuti dengan antusias oleh warga walau kami hanya mengemasnya dengan sederhana. Semua ini terjadi tak lepas dari bantuan Pak Salim, salah satu tokoh masyarakat di kampung muka, sebuah perumahan kumuh dipingir rel stasiun jakarta kota. Ada satu pelajaran berharga yang saya dapatkan dari beliau. Secara finansial sebetulnya Pak Salim dan keluarga mampu untuk bermukin di lingkungan yang lebih layak, Namun Pria yang sempat mengenyam pendidikan di Malaysia ini berucap, kalau saya pergi dari kampung ini, siapa yang mau menjaga kehidupan  di kampung ini, kamu tahu kalau godaan sangat besar, VCD porno dijual bebas di glodok, minunan keras beredar, tempat maksiat bertebaran dan semuanya dapat diakses dengan mudah bahkan oleh anak kecil sekalipun. Sungguh sebentuk keikhlasan dan perjuangan yang sangat luar biasa dari beliau.

bina desa

Untuk tempat tinggal, bogor menjadi pilihanku menetap di kota metropolitan ini, udara yang masih agak sejuk, kuliatas air yang baik dan harga rumah yang masih terjangkau adalah parameter yang membuat Boitenzorg menjadi pilihan. Sebuah perumahan kecil di pinggir stasiun Cilebut menjadi bagian dari Gubuk Barokah yang melindungi diri ini dari panah dan hujan.

Ada cerita lucu dibalik pembelian rumah ini, sejujurnya saat itu ga ada pikiran sama sekali buat beli rumah, ya hidup masih sendiri kayaknya belum deh kalau rumah. Satu hari sahabat ku sejak di STT Telkom, dan lanjut di UI, Yatna Supriyatna, mengundang untuk sama sama mengerjakan tugas kuliah S2 di rumah mertuanya di Cilebut. kondisi kuliah ditengah kegiatan bekerja memang menuntut kami pintar pintar mengelola waktu dengan baik. Seusai mengerjakan tugas, mertua sekaligus tuan rumah memberikan nasihat agar aku segera memiliki rumah karena harga rumah akan melonjak dari tahun ke tahun. Doktrin inilah yang kemudian membuatku membeli rumah keesokan harinya, jadi prosesnya hanya semalam, luar biasa dan Alhamdulillah lokasi yang dekat dari stasiun, pasar dan lingkungan yang nyaman memang menjadi jawaban dan berkah tersendiri di Gubuk Barokah ini

BCD

Tahun 2015, punya sebuah ceita sendiri buat hidupku, lima tahun semenjak lulus dari dunia kuliah, lim tahun bekerja dan memulai hidup dalam kemandirian. Keadaan ekonomi yang kurang begitu berpihak pada isi dompet, pergantian management perusahaan, perpindahan posisi rasanya cukup untuk memupus harapan bonus tahunan yang menggiurkan. Ya sebagai seorang pegawai, bonus tahunan memang menjadi oase tersendiri ditengah beratnya pekerjaan yang dihadapi. kondisi sulit membuat mendung menutupi harapan besar itu, yah kalau pun dapat paling cuma sedikit, kira kira begitulah hitungan matematisnya,

Ya Allah, kalau saja bonus tahun ini cukup buat berangkat ke rumahMu di Tanah Haram, maka berangkatkan lah aku kesana Ya Allah, kalimat ini ga sengaja keluar dari mulut ditengah mendung yang menyelimuti. Namun rezeki Allah bukan lah matematika, tak ada ujungnya maka khayalan selama ini, mimpi semasa hidup Allah wujudkan seketika itu…..Bismillah Tanah haram adalah destinasi wisata Qalbuku tahun itu

Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaikala syari kala kalabbaik

Innal Hamda wa nikmata, lakwalmulk laa Syarikalak

makkah

Semoga karya ini tidak berhenti sampai disini…….

Kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s