Aku dan Fikiranku

 

saya bangau

Ibarat puncak bagi sang pendaki,

laksana daratan bagi para pelayar

Setiap hal yang dilakukan pasti ada tujuannya. Perjalanan, kepergian, perjuangan, adalah satu bentuk usaha dalam mencapai tujuan itu.

Apa lagi sebuah kehidupan

Allah SWT, sang pencipta alam dunia, telah memberikan satu jawaban terang dalam firmannya :

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rizki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rizki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS.Adz Dzariat : 56-58)

 Tiada tujuan manusia hidup di dunia ini melainkan beribadah kepada Allah SWT, dan tiada keuntungan sedikitpun bagi Allah jika seluruh dunia ini taat beribadah kepada-Nya, begitupun tiada sedikitpun kerugian bagi-Nya jika seluruh manusia dinunia ini ingkar kepada-Nya. Lalu apa artinya ibadah ? tak lain hanya mengharap ridha dari-Nya

Jadi apakah kita hanya memikirkan ibadah, sholat, puasa, dzikr saja setiap hari tanpa perlu bekerja belajar bahkan bermain ? tentu makna ibadah tidak sesempit itu, Allah adalah pencipta kita, dia tahu apa yang kita butuhkan….Allah menjadikan niat sebagai kunci dari segalanya, segala seuatu yang didasarkan niat ibadah maka dia menjadi ibadah (yang pasti bukan larangannya ya….kalau nyolong atau zina biar niatnya ibadah ya tetep we dosa etamah……). Maka ibadah menjadi dua, vertikal kepada Sang Pencipta dengan ritual baku yang telah digariskan seperti Shalat, puasa , naik haji dan ibadah horizontal kepada sesama makhluk……Bahkan Allah menyuruh kita mencari dunia tanpa meninggalkan akhirat.

“Carilah dunia sebanyak-banyaknya, tetapi jangan lupa kepentingan akhiratmu” (QS. Al-Qashas : 77)

Baik, dunia sudah, akhirat sudah……selesai sudah….sepertinya sudah sangat ideal panduannya…….

masjidil Haram

eit sabar dulu kawan, perhatikan hadist berikut :

Dari Ibnu Umar bahwa seorang lelaki mendatangi Rasulullah Shallallahualaihiwassalam dan berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling diicintai Allah ? dan amal apakah yang paling dicintai Allah swt?” Rasulullah Shallallahualaihiwassalam menjawab,”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan. Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini—yaitu Masjid Madinah—selama satu bulan. Dan barangsiapa yang menghentikan amarahnya maka Allah akan menutupi kekurangannya dan barangsiapa menahan amarahnya padahal dirinya sanggup untuk melakukannya maka Allah akan memenuhi hatinya dengan harapan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang berjalan bersama saudaranya untuk (menunaikan) suatu keperluan sehingga tertunaikan (keperluan) itu maka Allah akan meneguhkan kakinya pada hari tidak bergemingnya kaki-kaki (hari perhitungan).” (HR. Thabrani)

Sebagai makhluk sosial maka hidup ini tidak sendiri, ada sesama yang juga kita harus pikirkan, maka hiduplah untuk kebersamaan, seperti sebuah marching band yang tak akan mungkin memaninakn sebuah performa yang baik jika ada satu saja yang lari dari kekompakan

setidaknya dari dasar diatas kemudian saya merumuskan satu bahasa tujuan bagi hidup saya……

“Berbahagia dan Membahagiakan”

baik bahagia maupun membahagiakan berasal dari satu kata yang sama yaitu ” bahagia”. Bagi saya bahagia adalah pada saat kita bisa tersenyum tanpa ada beban apapun. kenapa senyum, karena senyum adalah bentuk representatif dari bahagia.

selfie

Bebahagia merujuk pada diri sendiri. Berbahagia dunia dan akhirat.

Bahagia dunia adalah pada saat serba cukup dan berkah. Saat kebutuhan finansial, kesehatan, pengetahuan, kemanusiaan tercukupi dengan baik. Walau pada dasarnya manuasia tidak akan pernah merasa cukup, diberi satu minta dua diberi dua minta tiga diberi tiga minta semua, maka tidak akan pernah ada kebahagiaan didalamnya. maka kunci dari kebahagiaan di poin ini adalah sabar, syukur dan ikhlas. Karena hanya dengan sabar, syukur dan ikhlas lah kita bisa merasa cukup, tidak ada hasrat untuk mendapatkan lebih dengan cara cara dzolim dan haram, ikhlas bermakna menyerahkan semuanya hanya kepada Allah dengan tiada berkeluh kesah dan syukur menunjukkan sikap rendah hati untuk berterimakasih  pada Sang Pemberi Rizki, maka dengan janji Allah rezeki akan ditambah, dicukupkan dan diberkahi.

Bahagia akhirat artinya bisa mencukupi kebutuhan rohani dengan baik, menjadi insan yang bertaqwa dengan menjalani semua perintah meninggalkan semua yang dilarang, menghindar dari yang makruh dan berusaha menjalankan yang sunnah.

Membahagiakan bermakna memberi pada orang lain. menjadi insan yang berguna. Kuncinya adalah pada saat orang lain tersenyum maka kita berhasil membahagiakan orang lain, tentu dijalan dan dengan cara yang baik. Manusia bukanlah makhluk individual. Untuk itulah Allah menciptakan dua tangan. satu organ yang berfungsi bagi organ yang lain.  Dia bekerja bagi otak untuk menjalankan segala perintah, dia bekerja bagi perut untuk memasukkan makanan, dia bekerja bagi kaki untuk menyeimbangkan langkah. bahkan sebelah tangan tidak bisa menggaruk dirinya sendiri, dia membutuhkan sebelah yang lain. Maka dari tangnalah kita belajar bahwa kita hidup juga untuk orang lain.

cropped-529953_10151427957171182_128050430_n1.jpg

Untuk berbahagia dan membahagiakan maka saya kita harus merealisasikannya dalam bentuk nyata :

Berupaya meningkatkan ilmu pengetahuan. tanpa pengetahuan maka semua hanya karangan dan bukan tidak mungkin menjadi sesuatu yang menyesatkan. Belajar dari siapa saja. Sebutir telur, walaupun keluar dari tempat yang kotor tetaplah dia sebutir telur.

Bekreja keras, bekerja cerdas dan bekerja ikhlas. dalam bahasa agama kita mengenal kaliamat ikhtiar, tawakal, istiqamah, sabar, ikhlas dan syukur…

Evaluasi, melihat kebelakang apa yang kurang apa yang baik…menyusun jalan kedepan bersiap meghadapi tantangan

Mendekatkan diri pada lingkungan. tak kenal maka tak sayang, bagaimana kita mau peduli kalau berdekatan aja enggan, dengan dekat akan timbul empati, dengan dekat akan timbul kasih sayang. Dekat pada semua baik kawan maupun lawan…

Bergaul dengan lingkungan yang baik. masalah dekat kita bisa dengan siapa saja baik baik maupun buruk. Tapi kita adalah manusia, sudah fitrahnya kita dalam kondisi nauk dan turun, maka lingkungan baiklah yang menyelamatkan..

Wallahualam

Kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s