Peraturan gak Ampuh buat Sesepuh

Beberapa waktu yang lalu, Seperti biasa saya hendak menuju kampus melewati perempatan kiaracondong dan Jalan Soekarno-Hatta Bandung. Mesin kendaraan yang meraung-raung dan asap putih menjadi suatu khas tersendiri bagi perempatan di kota-kota besar, tak terkecuali Bandung. Semua orang menatap lampu merah yang setia mengatur izin melintasi perempatan tersebut, tak lupa seorang polisi lalu-lintas berdiri gagah memantau para pengendara yang berniat curang.

Pada saat itu tak-ada hujan tak ada angin sang polisi tiba-tiba saja pergi masuk kedalam pos penjagaan dengan gaya kikuk, Saya sendiri heran dibuatnya, bukannya biasanya polisi paling serem apalagi kalau melihat itikad tidak baik dari para pengendara.

Saat menoleh ke ke samping barulah saya tau kemungkinan apa yang terjadi. Rupa-rupanya tepat disebelah saya berdiri sebuah sepeda motor jenis “bebek” yang sudah cukup berumur. saat saya lihat pengemudinya ternyata dalah seorang kakek tua yang dengan setelan kemeja dan celana bahan serta sendal japit dan kopiah yang menutupi rambutnya yang mulai beruban. Pakaian terakhir bukanlah salah sebut, karena memang kakek ini tidak mengenakan helm selayaknya pengemudi sepeda motor biasa melainkan sebuah kopiah hitam. Padahal saat itu Bandung sudah memberlakukan wajib helm standar, artinya sekalipun itu helm “batok” tetap saja tidak boleh dan kakek ini bahkan sama sekali tidak mengenakan sesuatu yang masuk kedalam spesifikasi helm.

Tidak hanya sampai disitu, setelah meneliti sepeda motornya lebih jauh sayapun tidak menemukan kaca spion, bahkan juga tidak ada tuas rem depan, artinya motor itu sudah tidak memiliki rem depan lagi, lampu depan pun sudah raib dimakan usia dan hanya meninggalakan stang yang bolong di bagian seharusnya lampu berada.

Hal hal seperti itu mungkin hanya karena motor tersebut sudah tua usianya dan perawatan yang diberikan sangat minim, anggaplah ini bisa dimaklumi. Namun perhatian saya berikutnya cukup membuat saya hampir terpingkal keheranan karena selain semua perlengkapan diatas motor inipun tidak lagi dilengkapi dengan plat nomordepan dan belakang alias bodong.

Seandainya saya jadi polisi tersebut mungkin sayapun akan pura-pura tidak tahu dan pergi ke pos jaga untuk merenung dan tertawa sepuasnya.Namun itu karena saya bukanlah seorang polisi sejati bahkan saya bukan polisi sama sekali. Mudah mudahan polisi tadi pergi bukan karena menghindar duntuk menilang kakaek ini melainkan karena suatu urusan lain dan dia tidak tahu keberadaan kakek nakal dengan motor ajaibnya itu.

3 pemikiran pada “Peraturan gak Ampuh buat Sesepuh

  1. hehe… bahkan ada rumor yang bilang klo motor diatas taun 70-an itu udah FREE. Bebas STNK, Bebas BPKB, Bebas digunakan tanpa helm pula… ada2 nih😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s