Panjat Pinang : Budaya Penuh Kontroversi

Panjat pinang menjadi salah satu lomba yang tidak pernah absent yang selalu diadakan saat peringatan kemerdekaan RI. Sekelompok pria bahkan wanita saling topang menopang badan untuk memdaki batang pinang yang sebelumnya telah dilumuri oleh pelumas. Pelumas yang hitam dan licin menuntut ekstra tenaga dan kesabaran peserta agar mereka dapat meraih hadiah yang digantung di puncak pinang.

Hadiah biasanya digantungkan pada bambu yang sengaja dibuat melingkar di puncak pinang. Hadiah ini beragam terganntung trend dan modal dari panitia penyelenggara mulai dari baju, peralatan elektronik bahkan sepeda motor sampai mobil.

Beragam kreasi pun bermunculan misalnya pinag tidak lagi dipasang vertikal melainkan horizontal diatas sungai. Semua ini dilakukan semata mata untuk menyusahkan peserta saat mengambil hadiah.

Nilai jual utama lomba ini bagi penonton terletak pada upaya konyol para peserta saat berupaya memanjat pinang yang sangat licin.

Konon awal mulanya panjat pinag berasal dari hiburan penjajah. Dimana mereka memerintakan pribumi untuk memanjat pinag yang diberi oli dengan hadiah makanan seperti beras dan keju.

Sejarah ini membuat panjat pinang menjadi salah satu permainan kontroversial karena dinilai sebagai bentuk perpanjangan dari tawa penjajah mentertawakan pribumi yang kelaparan memperebutkan makanan.

Diluar semua itu sebenarnya ada juga sisi positif dari panjat pinang yaitu mengajarkan kita pada kerja sama, tidak semua orang yang bekerja sama itu harus sampai pada titik puncak, namun orang yang sampai ke puncak tidak boleh melupakan rekan-rekanya yang telah menyokongnya keatas, karena tanpa sokongan mereka mustahil dia bisa sampai keatas.

Selalu ada sisi lain saat melihat sesuatu, tinggal sikap kita menaggapi dan memberikan respon pada setiap sisi tersebut

2 pemikiran pada “Panjat Pinang : Budaya Penuh Kontroversi

  1. pertamax gan!!

    ups, sorry il..
    jadi nie tulisan yang lu bilang semalem?
    dapet data dari mana kalo panjat pinang tu peninggalan penjajah?
    sekalian publish data atw sejarahnyalah..
    biar jelas..

    sorry kalo nambahin kerjaan
    C U
    gw mw balik dulu

  2. ini sempat diatmpilkan di salah satu sinetron Indonesia judulnya “Para Pencari Tuhan” yang dibintangi oleh Dedy Mizwar. Juga dari beberapa referensi lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s