Panorama : Belajar Kepedulian Dari Desa Tertinggal

plang nama

SD-SMP Satu Atap Panorama berdiri megah diantara rumah rumah penduduk yang mayoritas terbuat dari bilik bambu. SD-SMP ini berdiri di sebidang tanah di desa Karang wangi Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur. Saat mendengar “Cianjur”  kita akan terbayang pada sebuah kota yang menjadi salah satu lumbung padi Propinsi Jawa Barat yang terletak di sebelah barat Kabupaten Bandung Barat, Namun jangan salah lokasi SD-SMP yang sedang kita bicarakan ini justru berada di bibir pantai selatan pulau jawa. Tempat ini memang berada tak jauh dari perbatasan Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Garut dan berada tak jauh dari muara Sungai Cilaki yang kesemuanya itu terletak jauh diselatan kabupaten Bandung.

Sepintas tak ada yang istimewa dari SD-SMP dan beberapa rumah bilik yang berdiri mengitarinya selain keadaanya yang sangat gersang di musim kemarau atu sangat becek di musim penghujan. Namun ada satu pelajaran penting yang dapat diambil dari desa yang belum dapat menikmati aliran listrik ini. Ada satu budaya yang sudah sejak lama terlupakan oleh masyarakat yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Maksar dan sebagainya. Pelajaran berharga ini adalah rasa peduli antara warga. Bapak Aang salah satu guru di sekolah ini menuturkan “Kalau di desa ini biarpun kehidupan susah tapi masyarakatnya peduli, disini ga bakalan kejadian ada satu orang yang kelaparan kecuali kalau satu desa yang kelaparan, kalu kita lapar dan ga punya apa-apa tinggal ketok aja rumah sebelah Insyaallah dapat makanan” ujar beliau pada penulis saat penulis mengunjungi sekolahnya.

dilain kesempatan satu rombongan dari masjid Salman ITB yang mengadakan pelatihan relawan di bawah bendera Korps Relawan Salman (KORSA) mencoba mengundang warga sekitar SD-SMP untuk bersilaturahmi dan juga mengundang anak anak desa untuk diajak bermain bersama sebagai salah satu bentuk aksi sosial yang menjadi materi dalam pelatihan tersebut. Tanpa terduga di waktu yang sepakati hadir sekitar 300 anak anak dan sekitar 70 warga desa yang mendatangi acara yang disiapkan oleh rombongan. Acara dibagi menjadi dua bagian yaitu games yang diadakan di persawahan di sekitar kampung. Acara ini diikuti oleh anak-anak desa dengan sangat antusias sampai sampai membuat peserta pelatihan relawan agak sedikit kewalahan menghadapi semangat mereka yang begitu besar. namun acara games dapat diakhiri dengan persaan tak terungkapkan baik dikalangan anak-anak maupun peserta pelatiahan yang ditandai dengan senyuman yang merekah diwajah-wajah mereka. Ditempat lain yaitu di dalam kelas warga desa menceritakan keadaan mereka. Kedua acara ini berjalan dengan sukses dan memberikan kesan tersendiri di kedua belah pihak. Kejadian seperti ini mungkin akan susah kita jumpai di kota-kota besar dimana warganya sibuk dengan pekerjaan masing masing tanpa peduli dengan keadaan sekitarnya.

Cerita tentang kepedulian belum berakhir sampai disitu. Pada kesempatan lainnya satu rombongan dari Karisma Salman ITB  yang melakukan survei untuk sebuah acara out bound mengunjungi desa ini. Saat tiba di desa mereka disambut dengan sangat hangat oleh beberapa warga yang menjumpai mereka. Hal yang sangat menyentuh terjadi sepulangnya rombongan melihat lihat desa dengan berjalan kaki, mobil robongan yang diparkir dihalaman SD-SMP sedang dicuci oleh beberapa pemuda desa padahal mobil itu dalam keadaan kotor luar bisa mengingat medan yang harus ditempuh sebelum mencapai desa ini tidaklah mudah. rasa terharu dan serbasalah kontan saja menyeruak diantara para rombongan apa lagi mereka tidak dapat meninggalkan tanda mata karena keuagan yang sangat terbatas.

Sambutan hangat juga diberikan pada rombongan dari Laboratorium Mikroprosesor dan Antar Muka Institut Teknologi Telkom yang berkunjung ke SD-SMP ini. mereka mendapatkan tempat beristirahat untuk beberapa saat setelah melakukan pejalanan melelahkan selama satu malam dari kampus mereka di Dayeuh Kolot Bandung. merekapun dijamu dengan berbagai camilan tradisional khas Jawa Barat.

Tempat ini dapat diakses dari kawasan Pangalengan dengan menyusuri kebun teh di sekitar Situ Cileunca menuju selatan melewati Desa Cisewu ke arah Ranca Buaya untuk kemudian perjalanan dilanjutkan menyusuri pantai kearah barat. Jalan yang cukup sempit ditambah belokan belokan curam dan jalan licin di musim hujan serta longsor di sepanjang perjalanan menjadi warna tersendiri dari rute ini. Bagi mereka yang menginginkan jalan yang lebih baik dapat mencoba mengakses tempat ini dari kota garut menuju kawasan Pameungpeuk, Santolo untuk kemudian menyusuri pantai menuju Ranca Buaya dan melanjutkan perjalanan kearah barat sampai di muara Sungai Cilaki.

Selamat merasakan nikmatnya kepedulian

7 pemikiran pada “Panorama : Belajar Kepedulian Dari Desa Tertinggal

  1. oh,, punya mail to,, maap,, numpang nulis,, desa Cidaun itu bisa juga dicapai lewat Cianjur dan Sukabumi. Ya.. sama-sama lewat selatan sih,, melalui jalanan yang berkelok-kelok,, gunung di kanan jurang di kiri sudah menjadi pemandangan yang biasa,, terkadang melewati jembatan dari susunan batang-batang pohon yang menghubungkan dua daratan yang dipisahkan oleh sungai lebar dan dalam,, jalanan bebatuan terkadang ditemukan sepanjang 1 sampai 5 km. Tapi tenang,, bentar lagi ada jalur pantai selatan koq (kaya pantura),, ga tau awal akhirnya di mana, yang pasti bakalan melewati pelabuhan ratu, ujung genteng, cidaun juga,, pangandaran,, dst deh kayanya,, hehe,,

  2. to: siswa/i

    tetap b`juang jgn prnh mnyrh utk mncri ilmu gnm pun sikon`x slma msh da ksmptn,mnfaatkan lah!! SMANGAT!!!!!

    n guru2`x jg tetap smngt wat ngsh ilmu k ank2 gnrasi pnerus bangsa!!!

    cayo!!!!!

    i luv u all!!!

  3. asyik sungaina euy, ma ramah-tamah warga x
    lestarikan alam x, soal x q suka mancing di sungai cilaki, smbil mnikmati alam x yg indah.
    slm bwt Fisher Ciwidey.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s