Pertengahan

Ingin rasanya jiwa ini lepas dari kungkungan waktu yang memakan badanku yang kian renta ini.
Semakin hari beban itu semakin besar saja, satu selesai satu lagi datang tak ada habisnya.

Perubahan adalah ancaman yang datang dihari-hariku. Setelah semua penyesuaian mati-matian, setelah semua kecocokan dan kesenangan, perubahan datang hancurkan dan membakar semuanya.

Hidup harus terus ditata ulang. Perjuangan terus dilakukan tanpa ada pemberhentian ditengah. Oh ragaku serasa besi terus ditempa dibakar dihancurkan dan ditempa lagi oh.

Tak adil rasanya saat orang lain bisa tegakkan layar dalam topan sementara aku entah sudah hanyut terbawa badai. Entah memang aku manusia lemah atau orang yang menyerah atau apalah.

Seribu keluhan telah terucap dari bibir yang sudah kering dan pecah. Sejuta raungan kuteriakkan dimalam kesendirian dengan segudang beban pikiran tuk jalani esok. Namun aku tetap hanyut dan tenggelam tanpa tahu apakah akan ada yang menyelamatkan.

Kadang aku berfikir apakah aku bisa jadi air mengalir, arungi waktu dengan ketehuhan dan kesegaran. Tanah subur disisi, gemericik suara mengiringi jalan selama hayat. Tapi bukankah ada jeram yang merajam disepanjang perjalanan. Ada jurang yang dalam dengan lembah hitam kelam di hadapan.

Lain waktu kuratapi tanah yang bersahaja. Awal mula sebuah kehidupan darinya. Dengan kerendahan dan kebijakan tenang dan tentram. Tapi bukankah ada gempa yang menghancurkan disela tidur panjang.

Selalu bukankah tapi bukankah tapi dan dan itu saja.

Kadang aku puas dengan aku yang sekarang terangakat dan terbuai dalam gelimang kebanggan dan luluran madu manis tapi waktu juga yang hapus kepuasan itu. Lenyap dan aku harus kembali ketempat buangan yang lebih rendah dari pembuangan sebelumnya

lalu untuk apa pejuangan ini apakah hanya untuk membalikkan roda yang tak ada atas tak ada bawah.

Oh aku kenapa aku mengapa aku.

Aku mersa diriku benar tanpa cacat dan mampu atasi titian yang kulewati dengan luka dan sakit karena jatuh tak berkesudahan. Jadi apakah aku mampu apakah aku ini sudah benar oh egoku, ego tak berkesuadahan.

Diriku merasa kuat padahal akulah orang lemah yang tidak berdaya pada gertakan saja.
Dalam renunganku kadang aku merasa sebagai seorang yang kalah dan aku harus menyerah.

Aku pantas berada dalam sebuah pembuangan. Siapa yang peduli akan ketidak beradaanku, ku yakin tiada tak akan ada tangis tak ada sesal dari mereka karena memang aku adalah yang tersisih.

Tapi jika harus begitu apakah perjuanganku ini tak ada nilainya mengapa tak kubuang saja diriku sejak dulu, tak usah ada raungan dan ratapan dalam pembuangan.

Ada masa aku tak ingin ada dan aku bertanya mengapa aku ada bukankah tanpaku dunia tak rugi.

apakah harus kuakhiri.

Tapi ada apa disana ada apa setelah akhir aku yakin ada hal yang membuat aku ingin mengakhirinya juga tapi apakah akhir bisa ada setelah akhir oh apakah.

Kuhakimi diri dengan segala hukuman bertoleransi yang kubuat dan kurancang sendiri. Ku hakimi aku dengan segala kemewahan mimpi yang membakar pikiran dan persaanku. Tapi bukan kah manusia butuh mimpi atau aku tak boleh raskan mimpi.

Apakah disetelah buntu ada pintu? Apakah halangan bisa berlalu bagai debu yang disapu angin semilir. Atau aku harus terus memaksakan kebuntuan tanpa penyelesaiaan atau memang tak pernah ada penyelesaiaan.

Aku sudah muak dengan semua beban ini.

Perubahan, waktu, tanggung jawab, akibat semua datang dan hancurkan tanpa peduli.

Apakah ini akhirku?

Apakah aku jadi manusia dengan jiwa berda di pusara.

Haruskah ku hidup dengan tali mengikat leherku selamanya.

Haruskah ku…….
haruskah.

Kini kuarasa aku berada pada pertengahan.

Ku tak tahu apa akhir dariku atau mungkin memang tak akan ada.

Tapi aku tak mau kembali atau tenggelam disini karena sudah banyak jeritan ratapan dan  raungan dalam hidupku yang harus ada hasilnya harus ada tak boleh tenggelam disini.

(September 2005)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s