Malulah aku bertitel mahasiswa
duduk di bangku kuliah, berkutat dengan pena-pena
berlagak memainkan otak dan kepala
berlaku laksana raja, dengan segala embelem penuh, menggantungi dada
Malulah aku bertitel Mahasiswa
pada saat yang sama, aku lupa pada mereka
mereka yang berbaring dan meronta
tepat disebelah ketiak dan kelopak mata
Malulah aku bertitel mahasiswa
katanya berbekal ilmu
namun hanya bisa mengombal kata kata
Malulah aku bertitel Mahasiswa
berpura pura berfikir dengan derajat ktinggi, membual dengan idealisme dan teori
…..Ya idealisme yang dipelajari dalam kertas kertas tua yang tersusun rapi di atas meja, lupa dibaca
tapi aku lupa pada realita,
Tidak ada yang salah sebenarnya dengan idealisme dan teori itu!
hanya saja, lupalah aku mengabdi
pada tangan tangan yang berharap, dan menyanyung nyanjung pada pundakkku
mereka berkata
hai mahasiswa, selamatkan kami!!!
walau harus kau kepit di bawah ketiakmu yang telah basah lelah berfikir dikelas sana
tapi kami percaya padamu, kau mahasiswa, berilmu, berakal, berbudi dan berakhlak mulia
Ah…Malulah Aku bertitel maksiswa
berakhlah mulia…..??
mana ada…..aku hanya berkutat dengan angka angka
menyanjung jati diriku
berlagak membela
berteriak dijalan jalan
padahal pada saat yang sama aku telah menipu tangis dan keringat orang tua
aku malu disebut anak mama
yang dari rahimnyalah maka aku ada
aku malu disebut anak papa
yang dari tulangnya, peluhnya dan keringatnya
aku jadi seorang manusia
Malulah aku bertitel Mahasiswa
karna ku tak bisa berbuat apa apa
Malulah aku bertitel mahasiswa
karna tanganku takbisa menjangkau mereka
walau sebenarnya bukan karna tak bisa
tapi entah lupa atau terperdaya
aku memang tak mau mengulurkan tanganngu yang berbercak tinta pena
malulah aku bertitel mahasiswa
budek, pada semua jeritan jeritan rakyat
lupa bahwa tanganku perkasa
ntah apa?
aku hanya bisa melihat dua perkara
coba mengabdi pada dunia
tapi tinggalkan kelas dan lupakan semua
atau berkutat dengan pena
dan lupakan semua kata mengadi pada tangisan yang memekakkan telinga
ohhhhhh…….
sungguh bodohnya aku
aku lupa bahwa goresan goresan pena
dan ilmu yang kuperas dilorong lorong kampus
dapat aku berikan pada rakyat-rakyat yang menjerit
aku lupa pada kodratku
aku lupa pada tugas yang menggelayuti leher, dan tasku
anamah yang merasuk dalam kertas kertas tua itu
inilah jalanku yang sebenarnya
Malulah aku bertitel mahasiswa
melupakan peran yang sebenarnya…..

Komentar Terakhir